Tempat Wisata di Kendal

Tulisan ini merupakan catatan awal Tempat Wisata di Kendal. Kendal, adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah yang berbatasan dengan Laut Jawa di Utara, Semarang di Timur, Temanggung di Selatan, dan Batang di Barat. Nama Kendal digunakan sebagai nama wilayah setelah Sunan Katong, yang hidup semasa Sultan Trenggono dari Demak, menyebutkan nama itu.

Adalah sebuah pohon besar di pinggir Jalan Pemuda Kendal, yang kini dikenal sebagai Kendal Growong, yang konon pernah membuat Sunan Katong terpana karena keindahan dan kerindangannya, sehingga beliau mengatakan bawha daerah itu kelak akan disebut “Kendalsari”.

Tulisan Tempat Wisata di Kendal dan peta wisata Kendal ini akan diperbarui ketika informasi yang lebih baru telah diperoleh, dan data GPS telah didapat.

Anda bisa berbagi catatan perjalanan dan membantu memajukan wisata Indonesia dengan menulis Travelog tentang tempat-tempat wisata yang telah anda kunjungi di sini.

Tempat Wisata di Kendal

Agrowisata Kebun Teh Medini
Desa Ngesrep Balong, Limbangan, denganpanorama kebun teh, disediakan juga pendopo, tempat berteduh, kolam pancing, arena bermain, arena kemah, dan lintas hutan wisata.

Agrowisata Ngebruk Patean
Desa Sidokumpul, Patean, bisa menikmati buah Red Dragon, Durian Monthong, Jambu Citra, Lengkeng Itoh, Rambutan Binjai & Rapi’ah, dan Srikaya Grand Anona.

Agrowisata Sekatul
Desa Margosari, Limbangan, 38 km dari Kota Kendal, dengan perkebunan buah-buahan, pemancingan, flying fox, outbound, kampung wisata, restoran, penginapan, dan taman bermain.

Agrowisata Srendeng
Desa Curugsewu, Kecamatan Patean, yang merupakan wisata Agro berbasis pendidikan, menyajikan wisata kebun, peternakan, pertanian, outbound, serta wisata pedesaan.

Bendungan Juwero
Di aliran Sungai Bodri, di Desa Triharjo, Kecamatan Gemuh yang semula dibangun pada jaman Belanda dan kemudian diperbaiki dan diresmikan di akhir pemerintahan Orde Baru.

Bendungan Sojomerto
Desa Sojomerto, yang dikenal sebagai Dam Jumbleng, dibangun pada masa kolonial dan direnovasi pada 2001, bisa memancing, berenang, dan melakukan kegiatan rekreasi lainnya.

Curug Guwo
Setinggi sekitar 50 meter di Desa Trayu, Kecamatan Singorojo, Kendal, di kawasan wana wisata Goa Kiskendo, yang diakses melalui pematang sawah dan jalan setapak selama 1 jam.

Curug Jurang
Setinggi sekitar 25 m di Desa Getas, Kecamatan Singorojo, yang ditempuh dengan berjalan kaki dari tempat penitipan kendaraan selama kurang lebih setengah jam.

Curug Lingseng
Desa Cacaban, Kecamatan Singorojo, yang ditempuh sekitar setengah jam dari tempat parkir kendaraan dengan akses yang kabarnya masih perlu banyak perbaikan.

Curug Panglebur Gongso
Setinggi sekitar 11 meter yang lokasinya berada di Desa Gondang, Kecamatan Limbangan, di kaki Gunung Ungaran, Kendal.

Curug Semawur
Di aliran Sungai Lampir, di Desa Jiwan, Kecamatan Plantungan, dan di Desa Kalirejo, Kecamatan Bawang. Ada dua buah air terjun, dengan air terjun yang kedua setinggi 30 meter.

Curug Sewu
Desa Curug Sewu, Patean, 40 km dari Kota Kendal melewati kota Weleri dan Sukorejo, memiliki tiga 3 air terjun bertingkat dengan ketinggian masing-masing 45 m, 15 m dan 20 m.

Curug Terong
Setinggi lebih dari 40 m di Desa Genting Gunung, Kecamatan Sukorejo, dengan akses masih cukup sulit, melewati jalan setapak dan menyusur aliran sungai.

Gua Jepang Kendal
Peninggalan Perang Pasifik yang lokasinya berada di dalam area Perkebunan Teh Medini Limbangan di Desa Ngesrep Balong, Kecamatan Limbangan, Kendal.

Gua Kiskendo
Desa Trayu, Singorojo, 15 km dari Kota Kendal, di dalamnya terdapat cekungan kali bernama Kedung Jagan, serta gua-gua kecil dengan stalagmit dan stalagtit unik.

Jembatan Gantung Pidiek
Peninggalan Belanda di Desa Wonosari, Kecamatan Pegandon, Kendal, yang di bawahnya mengalir Sungai Bodri.

Kedung Pengilon
Di aliran Sungai Blorong Desa Jatirejo, Ngampel dan di Desa Tunggulsari, Brangsong. Sungai Blorong ini melewati terowongan di dalam bukit yang disebut Terowongan Poncowati.

Makam Wali Joko
Kompleks Masjid Agung Kendal, berupa makam Wali Joko, keturunan Prabu Kertabumi V, Majapahit. Konon ia pernah berguru ke Syekh Siti Jenar, sebelum berguru pada Sunan Kalijaga.

Makam Sunan Katong
Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu, seorang tokoh penyebar agama Islam, kakak dari Wali Joko, yang dipercaya merupakan orang memberi nama bagi wilayah Kendal.

Masjid Agung Kendal
pusat Kota Kendal yang didirikan pada 1210 H oleh Wali Joko, ada maksurah atau tempat shalat bupati dan mimbar kayu jati bertulis tahun 1210 bergambar beduk dan penabuh.

Pantai Bandengan
Desa Bandengan, dengan akses yang tampaknya belum baik dan fasilitas pendukung yang belum ada, mungkin hanya sesuai untuk penjelajah pecinta alam dan pemancing ikan.

Pantai Cahaya
Desa Sendang Sekucing, Rowosari dengan pasir pantai, bisa berenang, melihat lumba-lumba, menikmati hidangan pantai di warung-warung, dan melihat panorama matahari tenggelam.

Pantai Jomblom
Desa Margorejo, Kecamatan Cepiring, 10 km dari Kota Kendal, bisa memancing, naik perahu, bermain volley pantai, dan menikmati panorama saat matahari terbit dan tenggelam.

Pelabuhan Kendal
Kecamatan Kaliwungu dimana pengunjung bisa memancing, bersantai di tepian pantai, menikmati panorama saat matahari tenggelam dengan latar depan siluet perahu nelayan.

Pantai Ngebum
Desa Mororejo, Kaliwungu, dimana pengunjung bisa menikmati pemandangan saat matahari terbit dan tenggelam di bawah cakrawala, berenang, dan menikmati makanan.

Pantai Sendang Sekucing
Desa Sendang Sekucing, Rowosari, 22 km dari Kota Kendal, untuk menikmati panorama matahari tenggelam, bersantap di rumah makan terapung, naik perahu dan becak air, dll.

Pemandian Air Panas Gonoharjo
Nglimut, di lereng Gunung Ungaran, 40 km dari Kota Kendal, dengan sumber air panas berbelerang, dengan kolam renang, taman bermain, dan ruangan pemandian air panas.



Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email