aroengbinang
pantai burung mandi

Waduk Cirata Purwakarta

Waduk Cirata saya kunjungi beberapa bulan yang lalu, dengan menggunakan jalur Cibubur – Cileungsi – Cariu – Cikalong Kulon, dan lalu berbelok ke kiri menyusur sepanjang tepian Waduk Cirata sampai akhirnya tiba di ujung, di instalasi PLTA Cirata di Purwakarta. Selain rusaknya jalur Cileungsi – Cariu, jalanan yang menyusur tepian Waduk Cirata juga tidak kurang-kurang parahnya, selain selain sangat jauh.

Beruntung saya menggunakan mobil SUV, sehingga masih bisa melewati jalur derita itu. Waduk Cirata yang membendung aliran Sungai Citarum ini, di sebelah hulu Waduk Jatiluhur, menggenangi tiga kabupaten, yaitu Bandung, Cianjur, dan Purwakarta, dengan sebagian besar genangan berada di Kabupaten Cianjur.

Waduk Cirata
Power House 4 lantai Bendungan PLTA Cirata yang di dalam terowongan bawah tanahnya terdapat delapan buah turbin yang pengoperasiannya dikendalikan dari ruang kontrol Switchyard yang berada sekitar 2 km dari mesin-mesin pembangkit listrik di dalam Power House itu.

Bendungan PLTA Cirata, yang menjadi nama resmi Waduk Cirata, lokasinya berada pada ketinggian 220 mdpl dan menggunakan genangan air seluas 6.200 hektar sebagai sumber energi utama guna menggerakkan turbin PLTA Cirata yang mampu menghasilkan sekitar 1.400 juta kwh listrik pertahun.

Waduk Cirata
Sebuah sampan dan sebuah perahu motor tengah menyibak air Waduk Cirata di tengah suasana alam yang cukup hening, dengan sesekali terdengar suara kendaraan bermotor yang melintas di jalanan. Di latar belakang terdapat empat buah menara kontrol Waduk Cirata yang berada di tepi jalur jalan yang mengarah ke Cianjur.

Waduk Cirata
Seorang pria tengah mengayuh sampannya melintas perairan Waduk Cirata yang tenang. Di latar belakang adalah dinding beton tebal Waduk Cirata yang di atasnya melintas jalan raya yang lebar.

Jalan beraspal mulus melintas di atas beton waduk. Di ujung jalan, arah ke kiri akan menyusur tepian waduk menuju Cianjur dan Jakarta dengan jalanan yang pada waktu itu rusak parah, dan ke kanan menuju Purwakarta dan Jakarta lewat jalan tol dengan aspal yang sangat mulus.

Cirata
Bagian belakang struktur beton Waduk Cirata dengan puluhan anak tangga menuju ke dasar lembah, dan latar belakang Power House PLTA Cirata. Dasar lembah ini merupakan daerah aliran Sungai Citarum yang setelah menggerakkan turbin PLTA Cirata, aliran airnya menghidupi berhektar-hektar sawah di daerah Purwakarta.

Cirata
Seorang pria tengah mengayuh getek bambunya di aliran sungai selepas Waduk Cirata, dengan panorama perbukitan tinggi di sebelah kiri, sawah hijau subur di sebelah kanan, dan struktur beton Waduk Cirata jauh di latar belakang. Waduk Cirata ini juga digunakan sebagai tempat untuk budidaya ikan dengan menggunakan puluhan ribu petak kolam jaring apung (KJA).

Cirata
Pinggir jalan yang menyusur tepian Waduk Cirata dengan warung-warung yang menawarkan makanan khas Purwakarta yang dikenal dengan nama Sate Maranggi.

Sate yang empuk dan sangat lezat ini biasanya menggunakan daging kambing atau sapi, berbumbu kecap dengan perpaduan rasa manis, asam, dan pedas. Ikan bakar yang harum dan kelapa muda yang empuk manis segar juga banyak dijajakan di sana. Cobalah mampir ke Sate Maranggi Abah Buyung di GPS: -6.70359, 107.36248.

Cirata
Seorang ibu penjaja Sate Maranggi di tepian Waduk Cirata yang menyediakan tikar lesehan di bawah tenda sederhana bagi para pelanggannya. Tempat yang sederhana ini malah memberi suasana yang nikmat nyaman untuk menyantap Sate Maranggi yang dihidangkan selagi masih hangat, sambil melihat pemandangan Waduk Cirata yang tenang dengan panorama perbukitan hijau yang mengelilinginya, memberi rasa damai di pikir dan perut.

Cirata
Dua orang pria yang berdiri di atas perahu mereka masing-masing tengah mencoba peruntungan dengan menjala ikan di Waduk Cirata ketika matahari sudah mulai turun jauh mendekati garis cakrawala.

Cirata
Suasana ketika semburat kemerahan mulai mewarnai awan yang menggantung di atas air dan perbukitan yang mengelilingi Waduk Cirata. Semakin senja sapuan warna merah pada awan di atas waduk semakin kentara terlihat mata.

Cirata
Panorama senja kala yang sangat indah di tepian Waduk Cirata, ketika berkas cahaya merah matahari senja tidak saja mewarnai awan di atas Waduk Cirata, namun juga permukaan air Waduk Cirata.

Cara yang paling mudah untuk menuju Waduk Cirata dari Jakarta adalah melalui Tol Cikampek dan lalu masuk Tol Purbaleunyi (Cipularang), keluar di gerbang tol Jatiluhur dan mengikuti Jalan Raya Ciganea. Setelah sampai di Jalan Raya Cialawi bertanyalah arah ke Waduk Cirata, karena anda harus berbelok ke arah kanan di sekitar jalan ini, di GPS -6.64633, 107.36721.

Waduk Cirata

Cisalada, Kerendem, Buangan (Lokasi sewa perahu nelayan)
Purwakarta, Jawa Barat
GPS: -6.69976, 107.34419

Terkait Waduk Cirata
Tempat Wisata di Purwakarta, Peta Wisata Purwakarta, Hotel di Purwakarta.





Baca juga:
» Masjid Angke Jakarta
» Pantai Marunda Jakarta



10 Jejak untuk “Waduk Cirata Purwakarta”

  1. zuLiG says:

    wah mantang emang nih purwakarta :D

  2. gogos says:

    Cirata adalah tempat wisata yang indah, sangat strategis untuk meningkatkan sosial, ekonomi dan budaya daerah. Harus pemda lebih memperhatikan potensi ini, misalnya dimulai dengan memperbaiki sarananya seperti jalan masuknya, keamanan dan kenyamanan para pengunjung.

  3. pudji says:

    tks shring nya

  4. gina mustika says:

    jadi penasaran nih pengen ke waduk cirata,,, coba datang ke daerah saya ya, ke gunung talaga bodas dan kampung cibuyut jika berminat hubungi say

  5. Donny Juliadi says:

    Aslmlkm, Salam.. Pak Bambang, pasti lupa sama saya, saya dulu MR. DKSH.. saya sudah beberapa kali pergi ke cirata, dg touring & by mbl. keren pakk… apalagi sambil mkn siang diatas kerambah yg ditengah danau.. dgn menu Nila Bakar.. heheee… maknyoosssS… untuk para biker/toringer :) ‘recomended’

Tinggalkan Jejakmu