aroengbinang
pantai burung mandi

Tenun Ikat Bali Arta Nadi Karangasem Bali

Tujuan kami adalah berkunjung ke daerah Sidemen, Karangasem, Bali, untuk melihat bengkel kerajinan tenun ikat tradisional Bali berupa endek dan songket, namun hanya sempat mampir ke satu bengkel saja, yaitu Tenun Ikat Bali Arta Nadi.

Perjalanan ke Sidemen boleh dikatakan cukup jauh, melewati jalan tidak begitu mulus serta tidak begitu lebar. Namun pemandangan alam sepanjang jalan menuju Sidemen sangatlah indah, dengan bentangan perbukitan hijau menyegarkan.

Setelah sempat bertanya beberapa kali untuk memastikan arah, akhirnya sampai juga ke daerah Sidemen. Tenun Ikat Bali Arta Nadi yang berada agak masuk ke dalam di sebelah kanan jalan sempat terlewati, namun tengara namanya tertangkap mata sehingga kami pun berbalik arah.

tenun ikat bali arta nadi
Tengara Tenun Ikat Bali Arta Nadi, menempel dinding tembok batu. Dari sini terdapat undakan ke atas menuju sebuah perbukitan dimana bengkel Tenun Ikat Bali Arta Nadi berada.

Sesampainya di atas terdapat sebuah ruang terbuka, dengan bengkel pembuatan tenun ikat berada pada bagian sebelah kiri, toko sebelah kanan, sedangkan tempat desain dan pewarnaan ada pada bagian ujung.

tenun ikat bali arta nadi
Dua orang pengrajin wanita Tenun Ikat Bali Arta Nadi tampak tengah bekerja pada sebuah mesin tenun ikat tradisional, ditingkah bunyi papan saling beradu menghentak secara berirama.

Pekerjaan menenun pelu banyak kesabaran karena membutuhkan waktu lama, setidaknya satu bulan untuk tenun ikat biasa, karenanya pengrajin tenun ikat kebanyakan wanita. Sering juga perlu kerelaan, kesederhanaan, karena penghasilan sebagai pengrajin tidaklah besar. Katakanlah sebuah kain tenun dijual dengan harga Rp.350.000, dikerjakan selama satu bulan, maka bisa dibayangkan betapa kecil penghasilan pengrajinnya dalam sebulan itu.

Meskipun kain songket Sidemen bisa dijual dengan harga Rp.2 juta, bisa pula lebih, namun membutuhkan waktu lebih lama, 4-6 bulan. Hitunglah berapa upah pekerjanya, untuk ia hidup selama 4 – 6 bulan itu. Tidak heran jika jumlah pengrajin tenun ikat kabarnya sempat menurun drastis.

tenun ikat bali arta nadi
Bengkel kerja Tenun Ikat Bali Arta Nadi. Tidak semua mesin tenun tradisional itu bekerja pada siang itu, sebagian terlihat menganggur. Bisa jadi pesanan sedang tidak begitu banyak, atau sebagian pengrajin tengah libur.

tenun ikat bali arta nadi
Seorang pria tengah membuat desain tenun ikat dalam ruang desain di ujung kompleks bangunan Tenun Ikat Bali Arta Nadi, sebagai awal proses pembuatan tenun ikat.

tenun ikat bali arta nadi
Seorang pengrajin Tenun Ikat Bali Arta Nadi tengah mengiris dengan menggunakan silet kelebihan ikatan yang ia buat.

Ikatan-ikatan itu dibuat berdasarkan desain yang telah dibuat sebelumnya, dilakukan sebelum benang dicelup ke pewarna alami. Karena proses ikat mengikat inilah, sebelum benang ditenun, maka hasil kainnya disebut sebagai tenun ikat.

tenun ikat bali arta nadi
Suasana lingkungan kompleks Tenun Ikat Bali Arta Nadi, diambil dari bagian desain kain. Sebelah kiri adalah toko Tenun Ikat Bali Arta Nadi, dimana pembeli bisa memilih kain jadi, siap untuk dibawa.

Beberapa diantara tenun ikat yang dibuat Bali Arta Nadi adalah tenun ikat endek dobel, kain endek warna alam, kain gringsing, kain songket, kain songket sutera, kain songket warna alam, serta kain songket katun.

tenun ikat bali arta nadiSebuah pemandangan perbukitan diambil dalam perjalanan meninggalkan Tenun Ikat Bali Arta Nadi. Ada lebih banyak lagi pemandangan indah sebenarnya, namun hanya dinikmati saja tanpa dipotret.

Selain kendala menjangkau pembeli langsung, terbatasnya apresiasi masyarakat terhadap tenun ikat, rendahnya pemakaian tenun ikat sebagai pakaian sehari-hari, perlu diteliti juga untuk menggenjot produktifitas pembuatan kain tenun dengan memperbaiki kinerja mesin tenun.

Memangkas waktu produksi dari 30 hari menjadi 15 hari, misalnya, akan berpengaruh besar bagi daya saing tenun ikat, serta bagi kesejahteraan pengrajin. Semoga saja lembaga penelitian serta perguruan tinggi seperti ITB ikut turun membantu pelestarian budaya leluhur ini agar tidak mati suri tergilas kain murah import.

Tenun Ikat Bali Arta Nadi

Banjar Lantang Katik, Desa Telaga Tawang
Sidemen, Karangasem, Bali
0812 3630 8656 – 0813 3862 9343
GPS: -8.47289, 115.44879

Terkait Tenun Ikat Bali Arta Nadi
Hotel di Bali, Tempat Wisata di Karangasem, Tempat Wisata di Bali





Baca juga:
» Keindahan Pura Taman Sari Klungkung Bali
» Pembuatan Garam Tradisional Yeh Malet Bali



2 Jejak untuk “Tenun Ikat Bali Arta Nadi Karangasem Bali”

  1. komang suasta says:

    mas bambang, saya tertarik dengan petualangan anda. selain dapat menikmati pemandangan, tentu ada sisi social lainya yang menarik untuk terus dilakukan. jika dapat berbagai permasalahan yang dihadapi perajin tenun yang ada diberikan solusi. tentu mas berasal dari kota besar yang sangat memungkinkan akses pasar lebih. jika berkenan hanya usul, niat membantu akan leih nyata jika bias mempasilitasi pasar aneka kerajinan tenun Bali. matur suksma mas…saya komang suasta tinggal di debpasar. wslm.

Tinggalkan Jejakmu