Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja

Lokasi Situs Masjid Kauman Pleret kami ketahui dari kunjungan sebelumnya di Museum Purbakala Pleret, yang memajang foto-foto situs bersejarah di sekitar Pleret. Sebenarnya bukan kami, tetapi Pak Agus (rental mobil: 087739187935) yang berbincang dengan Pak Sukidi, penjaga museum, tentang Situs Masjid Kauman Pleret ini.

Jarak dari Museum Purbakala ke Situs Masjid Kauman Pleret hanya sekitar 700 meter, mengarah ke Timur (ke kanan), lalu belok ke kiri di Jl Pleret, melewati perempatan, lalu belok kiri lagi sekitar 70 m dari perempatan. Situs Masjid Kauman Pleret berada di sebelah kanan jalan, di samping kanan sebuah masjid.

Suasana sepi ketika saya datang. Tidak ada orang yang bisa diajak berbincang sekitar Situs Masjid Kauman Pleret yang berada di tempat terbuka ini. Masjid yang di sebelah pun sedang sepi, belum waktunya sholat. Kami pun lalu berjalan masuk ke dalam area situs, melihat bekas-bekas ekskavasi, dan mengambil beberapa buah foto.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Bangunan darurat berpagar kayu beratap seng semacam ini terlihat ketika saya memasuki area Situs Masjid Kauman Pleret.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Salah satu kotak ekskavasi di Situs Masjid Kauman Pleret yang memperlihatkan susunan bata, serta ada semacam saluran air di sisi sebelah kanan. Tidak ada keterangan di tempat mengenai kotak galian ini, demikian juga di kotak-kotak galian yang lain.

Catatan tentang kotak-kotak galian itu sepertinya lengkap, setidaknya jika membaca tulisan Tata Ruang Masjid Kauman Pleret yang ditulis oleh Alifah dari Balai Arkeologi Yogyakarta.

Akan sangat bermanfaat bagi pejalan jika dibuatkan keterangan di setiap lubang galian itu. Jika pun tidak ada dana untuk membuat tengara yang baik, cukup mencetaknya di atas sehelai kertas, melaminasinya, dan menggantungkannya di tepi atau tengah lubang, saya kira sudah sangat membantu.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Lubang-lubang ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret rata-rata berpagar dan ditutup dengan cungkup beratap seng yang sudah jauh lebih baik ketimbang, misalnya Situs Tondowongso di Kediri yang dibiarkan terbuka, terbengkalai menyedihkan.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Susunan batu bata berwarna keputihan di sebuah kotak lubang ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret. Penelitian dan penggalian yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan DIY, Balai Arkeologi Yogyakarta, BP3 DIY dan Jurusan Arkeologi UGM pada rentang waktu 2003 – 2010 itu untuk mengungkap struktur Masjid Kauman Pleret, atau Masjid Agung Pleret, yang didirikan Amangkurat I (memerintah Kerajaan Mataram Islam pada 1646-1677).

Amangkurat I adalah anak Sultan Agung Hanyokrokusumo, atau cucu Panembahan Senopati. Namun berbeda dengan sifat ayahnya yang menentang Belanda dan dikenal arif bijaksana, Amangkurat I memiliki sifat yang bengis, telengas, dan suka mengumbar hawa nafsu, serta menjalin hubungan dengan Belanda, karenanya dibenci rakyat dan kerabatnya sendiri, sehingga banyak terjadi pergolakan dan pemberontakan semasa pemerintahannya.

Amangkurat I memindahkan Keraton Mataram Kerto yang didirikan oleh Sultan Agung ke daerah Pleret, namun tidak ada lagi sisa-sisa bangunan keraton yang diserbu dan didukuki oleh Trunojoyo pada 1677 itu. Meskipun bangunan keraton dan Masjid Kauman Pleret tidak dihancurkan oleh Trunojoyo dan pengikutnya, namun karena Amangkurat II memindahkan keraton ke Kartosuro, serta berbagai pergolakan terjadi setelah itu, seperti perang Diponegoro, kemudian perang Pasifik, ditambah bencana alam seperti gempa bumi, maka baik bangunan keraton tidak lagi berbekas, dan Masjid Kauman Pleret nyaris rata dengan tanah.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Area ekskavasi terbesar di Situs Masjid Kauman Pleret di bawah naungan atap seng tinggi dan luas. Terlihat susunan bata cukup tinggi di sebelah kiri yang diduga sebagai reruntuhan mihrab Masjid Kauman Pleret. Terlihat pula sebuah umpak (landasan tiang) yang berukuran cukup besar.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Pada area ekskavasi Situs Masjid Kauman Pleret ini juga ditemukan saluran air yang diduga berada di depan masjid, atau mengelilinginya, sebagaimana parit yang ada di Masjid Besar Mataram di Kotagede.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Salah satu umpak yang dibiarkan berada di area terbuka Situs Masjid Kauman Pleret. Ada 23 umpak yang telah ditemukan di Situs Masjid Kauman Pleret ini, dari seluruhnya 36 umpak yang diduga menjadi penopang bangunan masjid. Dari temuan yang ada, Masjid Kauman Pleret diduga tidak memiliki serambi.

Pada penggalian tahun 2010 di situs Masjid Kauman Pleret ini ditemukan bilah keris kuno, potongan tulang, gigi binatang, serta tiga fragmen keramik Cina dari Dinasti Ming dan fragmen jenis keramik Eropa serta gerabah.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Pandangan penuh pada area penggalian terbesar di Situs Masjid Kauman Pleret. Akan sangat bermanfaat jika dibuat tengara di setiap bagian penting, misalnya pada mihrab, saluran air, dan umpak. Pengunjung membutuhkan cerita, dan cerita itulah yang akan dikabarkan ketika mereka pulang.

Situs Masjid Kauman Pleret Bantul Jogja
Spanduk kecil ini merupakan satu-satunya tengara yang ada di Situs Masjid Kauman Pleret. Lumayan, karena setidaknya tengara ini memberi tahu nama resmi situsnya, dengan sedikit gambaran latar belakangnya.

Peninggalan selalu menarik buat saya untuk dikunjungi, meskipun hanya berupa reruntuhan yang tidak ada keindahannya sama sekali. Itu karena peninggalan adalah penghubung masa kini dan masa silam, yang kelam maupun yang gemilang, yang kadang membuat kita merenung dan mungkin bisa belajar sesuatu darinya.

Situs Masjid Kauman Pleret

Dusun Kauman, Pleret,
Kecamatan Pleret, Bantul, Yogyakarta
GPS: -7.86513,110.40581

Terkait Situs Masjid Kauman Pleret
Tempat Wisata di Bantul, Peta Wisata Bantul, Hotel di Yogyakarta.

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email