Melukat di Pura Tirta Empul Gianyar Bali

Pura Tirta Empul berada di sebuah lembah, Desa Manukaya, Gianyar, tepat di bawah Istana Tampak Siring, Bali. Jika beberapa tahun lalu saya melihat Pura Tirta Empul ini dari Istana Tampak Siring, maka kali ini saya bisa melakukan sebaliknya. Lokasi Pura Tirta Empul ini berada cukup jauh dari tempat parkir kendaraan, dan hujan gerimis rapat telah turun ketika kami tiba.

Namun tersedia cukup banyak payung yang bisa disewa dari anak-anak mangkal di tempat parkir, sehingga tidak perlu berhujan-hujan untuk sampai ke lokasi Pura Tirta Empul.

pura tirta empul
Sebuah arca di puncak sebuah candi kecil dekat dengan tempat parkir Pura Tirta Empul.

pura tirta empul
Halaman luas dengan sebuah bale besar, tepat sebelum masuk ke dalam area kolam pemandian Pura Tirta Empul. Candi bentar sebagai gerbang masuk tampak berada di ujung halaman.

pura tirta empul
Prasasti dengan huruf latin dan Bali di Pura Tirta Empul, berisi tata cara kunjung ke tempat suci ini. Hujan masih turun cukup deras ketika kami sampai.

pura tirta empul
Kolam berbentuk persegi panjang di Pura Tirta Empul dengan deretan pancuran tempat orang untuk melukat, yaitu membersihkan diri secara spiritual. Terdapat dua buah kolam dengan seluruhnya ada 30 buah pancuran menghadap ke arah Selatan.

pura tirta empul
Kolam sebelah kanan Pura Tirta Empul ketika beberapa pengunjung merapatkan tangan, menyembah dan merapal doa. Air Pura Tirta Empul ini mengalir ke Sungai Pakerisan.

pura tirta empul
Seorang anak dan keluarganya khusuk memusatkan pikir, hati dan jiwanya di Pura Tirta Empul untuk memuja kepada Hyang Widi Wasa.

pura tirta empul
Air kolam Pura Tirta Empul terlihat sangat jernih dan berlimpah. Hujan mengguyur tidak menyurutkan orang menunggu giliran untuk melukat.

pura tirta empul
Kolam Pura Tirta Empul yang berada di sebelah kiri. Masing-masing pancuran ini memiliki nama.

pura tirta empul
Halaman Pura Tirta Empul dengan anak tangga menuju Istana Tampaksiring, namun pagar besinya terkunci yang tampaknya dibuka hanya jika ada tamu penting datang atau menginap di Istana Tampaksiring.

Alkisah lebih dari seribu tahun lalu hidup seorang raja jahat sakti bernama Mayadenawa yang bisa merubah dirinya menjadi bentuk apa saja. Pendeta Sang Kulputih pun memohon Batara Indra untuk membunuh Mayadenawa. Pasukan Mayadenawa pun berhasil dikalahkan oleh pasukan Batara Indra dan sisanya melarikan diri. Beruntung malam tiba.

Malam itu, dengan memiringkan telapak kakinya agar tidak meninggalkan jejak, Mayadenawa berjalan menyusup ke dalam kemah pasukan Batara Indra untuk membuat mata air Cetik (racun). Peristiwa ini menjadi asal nama Tampaksiring, berarti tanpa jejak.

Esoknya banyak pasukan Bhatara Indra mati setelah minum air Cetik. Bhatara Indra pun menancapkan tombak pusakanya ke tanah, terpancarlah air suci yang menghidupkan kembali seluruh pasukan. Mata air ini disebut Tirta Empul, atau air bergelembung.

Mayadenawa lari seraya merubah bentuk berkali-kali, namun tidak bisa menipu Batara Indra yang terus mengejarnya. Ketika Mayadenawa berubah menjadi batu, ia dipanah oleh Batara Indra dan dari batu itu mengalir deras cucuran darah yang kemudian menjadi Sungai Petanu. Selama seribu tahun kemudian air Sungai Petanu dikutuk, membuat padi tumbuh cepat namun darah keluar ketika padi dipanen dan tersebar bau anyir.

Kematian Mayadenawa diperingati setiap 210 hari sesuai Kalender Pakuwon Bali sebagai kemenangan kebaikan (dharma ) atas kejahatan (adharma), dan hari itu dikenal sebagai Hari Raya Galungan.

pura tirta empulPura Tirta Empul pada sebuah Kori Agung yang sangat indah dengan latar belakang Istana Tampaksiring. Sepasang raksasa bermahkota berjaga di depan pintu berukir halus dengan sapuan warna keemasan, dan bagian atas pintu terdapat ukiran Kala dengan kedua taring mencuat ke atas.

Berbeda dengan kebanyakan Kala lain, pada Kala di Kori Agung Pura Tirta Empul ini terdapat sepasang tangan dengan jari terkembang.

Pura Tirta Empul diperkirakan berdiri tahun 960 semasa pemerintahan Raja Chandra Bhayasingha dari Dinasti Warmadewa.

Pura Tirta Empul

Desa Manukaya, Tampaksiring
Gianyar, Bali
GPS: -8.41492, 115.31590

Terkait Pura Tirta Empul
Hotel di Bali, Tempat Wisata di Gianyar, Tempat Wisata di Bali

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email