Patung di Bali

Bali adalah pulau seribu pura dan patung, tanpa pesaing yang dekat di seluruh negri, kecuali di daerah Jawa Tengah dan sebagian Jawa Timur. Adalah karena terpeliharanya secara kuat ikatan agama dan kepercayaan masyarakatnya yang telah menginspirasi begitu banyak karya seninya, dan keduanya berhubungan sangat dekat dan tidak terpisahkan.

Pandangan jauh yang agung, cinta, ilmu yang maju, teknik dan ketrampilan pada seni, didukung dengan kekayaan dan pengorbanan pribadi telah menciptakan karya luhur yang mengesankan.

Di sanalah saya berkeliling di beberapa bagian Bali beberapa waktu lalu, dan mempunyai kebebasan untuk berhenti di beberapa tempat untuk memotret beberapa patung di Bali berukuran besar yang ada di jalanan, dan inilah sebagian mereka itu.

Patung di Bali
Patung Indra, Dewa perang dan yang teragung diantara semua petarung, penguasa petir dan badai, terletak di desa Tegal Tugu, di timur Gianyar. Indra terlihat mengendarai seekor penyu raksasa, dan tengah menembakkan sebuah anak panah lurus ke arah barat, dimana patung Kalarau berada, untuk mencegah Kalarau meminum Tirta Amerta, air keabadian.

Patung di Bali
Patung Gatot Kaca, terletak di persimpangan Jl. Airport dan Jl. Raya Tuban, dekat Bandara Internasional Ngurah Rai. Patung di Bali ini merupakan salah satu hasil karya I Wayan Winten, pematung piawai dari Teges Peliatan, Ubud. Monumen ini menggambarkan sebuah kisah terkenal yang diambil dari mitos Mahabharata tentang Gatot Kaca, putera Bima, yang tengah berlaga melawan seorang musuh, yaitu Adipati Karna, yang adalah saudara tua keluarga Pandawa, dan paman Gatotkaca sendiri.

Gatotkaca dikorbankan oleh Kresna untuk menyelamatkan Arjuna dari anak panah Kunta Wijayadanu, yang diberikan kepada Karna oleh Hyang Naradha, atas bantuan Bathara Surya yang mengarahkan cahaya ke putranya itu yang sedang bersemedi untuk mendapatkan senjata sakti bagi perang Bharatayuda kelak. Namun karena melihat hal yang tidak baik pada Karna, Bathara Narada hanya memberikan anak panah kepada Karna, sedangkan sarungnya diberikan kepada Arjuna yang tengah bertapa di tempat lain untuk tujuan yang sama.

Sarung panah Kunta Wijayadanu ini kemudian dipergunakan Arjuna untuk memotong tali pusar bayi Gatotkaca yang baru lahir, yang tidak putus oleh benda tajam apa pun juga. Ketika tali pusar Gatotkaca putus, sarung anak panah pun melesat masuk dan hilang di dalam tubuh bayi Gatotkaca yang membuatnya menjadi sakti mandraguna. Patung ini diresmikan pada 30 Oktober 1993.

Patung di Bali
Patung bayi raksasa yang bisa ditemui di sekitar Ubud, Gianyar, ini melambangkan kesuburan. Menurut sebuah legenda, suatu saat lahir seorang bayi raksasa di Gianyar. Bayi ini kemudian diberi nama Kebo Iwa, dan patung ini didirikan sebagai sebuah tengara.

Patung di Bali
Patung Dewa Ruci, terletak di persimpangan Jl. Sunset Road, Jl. Setiabudi dan Jl. Bypass Ngurah Rai, juga diciptakan oleh I Wayan Winten. Bima, salah satu dari lima bersaudara dari keluarga Pendawa, tengah bertarung melawan seekor naga raksasa dalam legenda Dewa Ruci.

Mungkin ada benarnya bahwa semakin makmur suatu masyarakat, biasanya semakin tinggi pula apresiasinya terhadap karya seni dan budaya, baik yang klasik maupun kontemporer, dan mereka bersedia menggunakan lebih banyak waktu dan uang, serta menyediakan ruang yang cukup untuk karya semacam itu.

Patung di Bali

Pulau Dewata, Bali

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email