Museum POLRI Jakarta
Museum POLRI barangkali merupakan museum yang paling baru di Jakarta yang diresmikan oleh Presiden SBY pada 1 Juli 2009, pada hari yang sama dengan hari Ulang Tahun POLRI. Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI) adalah nama yang dipakai setelah kesatuan ini terpisah dari Angkatan Bersenjata pada tahun 2000.
Bangunan Museum POLRI terletak di Jl. Trunojoyo No. 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, persis sebelum pos pengecekan saat pengunjung akan memasuki Markas Besar POLRI di lokasi yang sama
Meskipun ada tiga petugas polisi pria di pos jaga dekat gerbang masuk, namun saya berjalan langsung memasuki pintu museum tanpa diminta untuk melapor ke petugas jaga itu. Sesaat setelah memasuki museum, seorang petugas polisi wanita yang ramah berdiri menyapa dari belakang meja penerima tamu, dan dengan senyum tipis ia meminta saya untuk mengisi buku tamu nanti saja setelah selesai berkunjung. Tidak ada biaya untuk masuk ke dalam Museum.

Salah satu bagian yang ada di lantai pertama Museum POLRI. Agak ke tengah terlihat koleksi kendaraan roda dua yang pernah dipakai oleh polisi, mulai dari kereta angin (sepeda onthel), sepeda motor, sampai sepeda motor patroli polisi tandem yang lazim dipakai selama masa pendudukan Belanda dan selama masa revolusi kemerdekaan Indonesia di akhir tahun 40-an.

Koleksi berbagai persenjataan dan peralatan polisi yang dipajang di lantai satu Museum POLRI, seperti Senjata Mesin Berat model HMG/ SG 43 buatan Uni Soviet keluaran tahun 1946 (gambar kiri ) yang digunakan oleh Resimen II Brigade Mobil Jawa Barat selama perang Papua pada tahun 1963. Senjata yang ada di sebelah kanan adalah Roket SPG 82 buatan Uni Soviet keluaran tahun 1946.

Garand M1 buatan Amerika Serikat keluaran tahun 1917, Senapan Lee Enfield buatan Inggris tahun 1917, dan Senapan Mauser buatan Jerman antara tahun 1920-1938. Koleksi pistol dan senjata laras pendek juga dipamerkan di lantai satu Museum POLRI, selain berbagai peralatan polisi untuk keperluan komunikasi dan penyidikan.

Beberapa tema yang berhubungan dengan organisasi kepolisian dan berbagai aksi satuan-satuan polisi di masa lalu di lantai 2 Museum POLRI, seperti aksi kepahlawanan oleh satuan-satuan polisi dan dokumentasi kegiatan polisi dalam memerangi aksi terorisme.
Sebuah monumen kecil yang terlihat di sebelah kiri gambar adalah miniatur Monumen Gorom, sebagai kenangan terhadap peran Polisi selama perjuangan Trikora pada tahun 1962, yang dimulai dari Pulau Gorom . Area permainan pendidikan untuk anak-anak ada di lantai dua Museum POLRI ini.
Museum POLRI memiliki tiga lantai, di mana di lantai tiga terdapat beberapa ruangan diskusi, yang mungkin diperuntukkan bagi kelompok-kelompok pengunjung.

Sebuah model yang memperlihatkan kondisi toko dan restoran yang luluh lantak setelah terjadinya bom Bali, yang bisa ditemukan di lantai dua Museum POLRI.
Baca juga:
» Curug Cihurang Gunung Bunder Bogor
» Curug Seribu Gunung Bunder Bogor

Telah menerbitkan 574 tulisan di Travelog sejak March 2010. Lihat tulisan lain Bambang Aroengbinang, subscribe via Feedburner, atau follow @aroengbinang untuk mendapat kabar setiap terbit tulisan baru.
