aroengbinang
pantai burung mandi

Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya

Museum Pengkhianatan PKI (Komunis) berada dalam satu kompleks dengan Monumen Pancasila Sakti yang berada di Jl. Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, beberapa ratus meter dari Asrama Haji Pondok Gede. Museum Pengkhianatan PKI ini dikelola oleh Pusat Sejarah TNI, Departemen Pendidikan, serta Departemen Kebudayaan Pariwisata, memiliki ratusan benda bersejarah terkait dengan peristiwa pemberontakan G30S-PKI.

Pintu gerbang tinggi menyambut pengunjung ketika memasuki kawasan Museum Pengkhianatan PKI, dengan jalan masuk lebar serta pepohonan rindang. Pengunjung membayar karcis masuk Museum Pengkhianatan PKI sebesar Rp.2.500 per orang, baik dewasa maupun anak-anak, dengan karcis parkir bus Rp. 3.000, mobil sedan Rp. 2.000, sepeda motor Rp. 1.000.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI tentang Peristiwa Tiga Daerah pada 4 November 1945.

Setelah proklamasi, kelompok komunis bawah tanah mulai menyusupi ormas dan gerakan pemuda, seperti Angkatan Pemuda Indonesia (API) dan Angkatan Muda Republik Indonesia (AMRI). Pada 8 Oktober 1945, AMRI Slawi dipimpin Sakirman dan AMRI Talang dipimpin Kutil menangkapi dan membunuh pejabat pemerintah.

Pada 4 November 1945, pasukan AMRI menyerbu Kantor Kabupaten dan Markas TKR di Tegal, namun gagal. Tokoh komunis lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Tegal, Brebes dan Pekalongan.

museum pengkhianatan pki
Diorama Museum Pengkhianatan PKI tentang teror Gerombolan Ce’ Mamat, gembong komunis 1926, Ketua Komite Nasional Indonesia Serang. Ia menuduh pemerintah RI Banten sebagai kelanjutan kolonial, juga menghasut rakyat agar tidak mempercayai pejabat pemerintah.

Pada 17 Oktober 1945 Ce’ Mamat membentuk Dewan Pemerintahan Rakyat Serang, merebut pemerintahan Karesidenan Banten, menyusun pemerintahan model Soviet. Ce’ Mamat beserta pengikutnya, diantaranya Laskar Gulkut, melakukan aksi teror, merampok, menculik membunuh pejabat pemerintahan.

Ketika Presiden Sukarno serta Wakil Presiden Moh. Hatta berkunjung ke Banten, dengan alasan dipanggil Presiden, Ce’ Mamat dengan anak buahnya menjemput R. Hardiwinangun, Bupati Lebak, dari rumahnya di Rangkasbitung dan membawanya ke desa Panggarangan. Keesokan paginya, 9 Desember 1945, mereka membunuh R. Hardiwinangun dengan menembaknya di atas jembatan sungai Cimancak lalu melempar mayatnya ke sungai.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI memperlihatkan tindak kekerasan Pasukan Ubel-Ubel di Sepatan, Tangerang, pada 12 Desember 1945. Dimulai pada 18 Oktober 1945, Badan Direktorium Dewan Pusat pimpinan Ahmad Khairun dengan dukungan gembong komunis bawah tanah berhasil mengambil alih kekuasaan pemerintah RI Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.

Mereka membubarkan aparatur pemerintah tingkat desa sampai kabupaten, menolak mengakui pemerintah pusat RI, membentuk Laskar Hitam atau Laskar Ubel-Ubel karena berpakaian serba hitam memakai ubel-ubel (ikat kepala). Laskar Ubel-Ubel melakukan aksi teror dengan membunuh merampok harta penduduk Tangerang dan sekitarnya, seperti Mauk, Kronjo, Kresek, Sepatan.

Pada 12 Desember 1945, dibawah pimpinan Usman, Laskar Ubel-Ubel merampok penduduk Desa Sepatan, melakukan pembunuhan, termasuk membunuh tokoh nasional Oto Iskandar Dinata di Mauk.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI melukiskan peristiwa revolusi sosial Langkat pada 9 Maret 1946. Peristiwa ini bermula karena berdirinya Republik Indonesia belum diterima sepenuhnya oleh kerajaan-kerajaan Sumatera Timur. Ketidakpuasan sebagian rakyat yang menuntut penghapusan kerajaan dimanfaatkan PKI serta Pesindo untuk mengambil alih kekuasaan secara kekerasan.

Revolusi sosial dimulai pada 3 Maret 1946, selain untuk menghapus kerajaan juga merampok harta benda serta membunuh raja-raja beserta keluarganya. Tindakan teror pembunuhan terjadi di Rantau Prapat, Sunggal, Tanjung Balai dan Pematang Siantar pada hari itu.

Pada 5 Maret 1946 Kerajaan Langkat secara resmi dibubarkan dan ditempatkan dibawah pemerintahan RI Sumatera Timur, namun tetap saja pada malam 9 Maret 1946 massa PKI pimpinan Usman Parinduri dan Marwan menyerang Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura. Istana diduduki massa PKI, beberapa keluarga Sultan dibunuh, Sultan beserta keluarganya dibawa ke Batang Sarangan.

museum pengkhianatan pki
Diorama Museum Pengkhianatan PKI tentang peristiwa 23 Juni 1948 dimana Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia (Sarbupri), organisasi buruh PKI yang beranggotakan 15.000 buruh pabrik goni di 7 perusahaan pemerintah di Delanggu, Klaten, melancarkan pemogokan total untuk menuntut kenaikan upah.

Aksi pemogokan berakhir pada 18 Juli 1948 setelah partai-partai politik mengeluarkan pernyataan menyetujui Program Nasional.

museum pengkhianatan pki
Diorama Museum Pengkhianatan PKI tentang pengacauan Surakarta pada 19 Agustus 1948, sebagai salah satu upaya pengalihan perhatian pemerintah RI terhadap persiapan kegiatan pemberontakan PKI Madiun.

PKI membakar ruang pameran Jawatan Pertambangan ketika berlangsung pasar malam Sriwedari dalam rangka hari ulang tahun kemerdekaan RI. Rembetan api dapat dicegah, namun timbul kepanikan pengunjung sehingga 22 orang menderita luka-luka.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI menampilkan pemberontakan PKI Madiun pada 18 September 1948. Gagal menjatuhkan kabinet Hatta dengan cara parlementer, komunis membentuk Front Demokrasi Rakyat, melakukan aksi-aksi politik serta tindak kekerasan.

Musso (Muso Manowar), atau Paul Mussotte, yang baru kembali dari Moskow dan mengambil alih pimpinan PKI, menuduh Soekarno-Hatta menyelewengkan perjuangan bangsa Indonesia. Ia menawarkan “Jalan baru Untuk Republik Indonesia”. Pada saat perhatian pemerintah dan Angkatan Perang terpusat untuk menghadapi Belanda, PKI melakukan kampanye menyerang politik pemerintah, melakukan aksi-aksi teror, mengadu domba kekuatan bersenjata, juga sabotase ekonomi.

Dini hari 18 September 1948, ditandai 3 letusan pistol, PKI memulai pemberontakan Madiun. Pasukan Seragam Hitam menyerbu, menguasai tempat-tempat penting dalam kota, termasuk gedung Karesidenan Madiun. Di gedung ini PKI mengumumkan berdirinya “Soviet Republik Indonesia” serta membentuk Pemerintahan Front Nasional. Sejumlah petinggi militer, pejabat pemerintah dan tokoh masyarakat pun dibunuh.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI tentang Pembunuhan di Kawedanan Ngawen, Blora pada 20 September 1948.

Markas Kepolisian Distrik Ngawen diserang pasukan PKI pada 18 September 1948, dan menahan 31 anggota polisi. Pada 20 September 1948, atas perintah Komandan Pasukan PKI Blora, tujuh diantaranya dibunuh secara bergantian dengan menjepit leher mereka dengan dua batang bambu yang dipegang dua orang, lalu dibuang ke kakus di belakang kawedanan dan ditembak.

Diorama lain memperlihatkan Penghancuran PKI di Sooko pada 28 September 1948.

Kubu pertahanan PKI di Desa Sooko, di kaki Gunung Wilis, Ponorogo, diserbu pasukan TNI dari dua arah oleh Kompi Sumadi dari Batalyon Sunandar dan Kompi Sabirin Mochtar dari Batalyon Mujayin pada 28 September 1948. Kubu pertahanan pemberontak PKI dari Batalyon Maladi Yusuf, pasukan Soebardi dan pasukan Panjang Djokopriyono ini berhasil dihancurkan.

museum pengkhianatan pkiMuseum Pengkhianatan PKI menggambarkan saat Musso tertembak mati pada 31 Oktober 1948.

Pada 1 Oktober 1948, TNI menguasai Dungus yang dijadikan PKI sebagai basis setelah kekalahan mereka di Madiun. Pemimpin dan pasukan PKI lari ke arah selatan, berusaha menguasai Ponorogo, namun gagal. Musso dan Amir Sjarifuddin lari menuju gunung Gambes, dikawal oleh dua batalyon yang cukup kuat. Mereka berpisah di tengah perjalanan.

Musso bersama dua orang pengawalnya menyamar sebagai penduduk desa, tiba di Balong pada pagi 31 Oktober 1948, ia menembak mati seorang anggota Polisi yang memeriksanya. Dengan naik dokar rampasan diiringi pengawal bersepeda, hari itu juga ia tiba di desa Semanding, Kecamatan Somoroto. Ia menembak seorang perwira TNI yang mencegatnya, namun tidak mengenai sasaran. Karena tidak bisa menjalankan kendaraan TNI rampasan, Musso lari masuk desa, bersembunyi di sebuah blandong (tempat mandi) milik seorang penduduk. Pasukan TNI yang mengepungnya memerintahkan supaya ia menyerah, namun Musso melawan. Ia mati tertembak dalam peristiwa.

museum pengkhianatan pki
Beberapa orang pengunjung tengah mengamati diorama Museum Pengkhianatan PKI tentang penangkapan Amir Sjarifuddin pada 29 November 1948.

Setelah berpisah dari Musso, melalui perjalanan panjang dan sulit, Amir Sjarifuddin tiba di daerah Purwodadi dan bersembunyi di gua Macan di Gunung Pegat, Kecamatan Klambu. Semula polisi keamanan yang menjaga garis demarkasi Demak-Dempet-Gendong, tidak jauh dari tempat persembunyiannya, adalah orang-orang komunis, sehingga ia merasa aman.

Setelah TNI melucuti Polisi Keamanan itu dan melancarkan operasi-operasi pembersihan di sekitar daerah Klambu, posisi Amir Sjarifuddin pun terjepit. Pada 22 Nopember 1948 pasukan pengawalnya menyerah, dan Senin sore 29 Nopember 1948 tempat persembunyiannya dikepung TNI. Amir Sjarifuddin dan beberapa tokoh PKI lainnya pun menyerah dan diserahkan kepada komandan Brigade-12 di Kudus.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI tentang serangan PKI ke asrama polisi di Tanjung Priok, 6 Agustus 1951.

Sesudah Pengakuan Kedaulatan RI, sisa-sisa PKI membentuk gerombolan bersenjata Sunari di Jawa Timur, Merapi-Merbabu Compleks di Jawa Tengah, dan gerombolan Eteh di Jakarta. Pada 6 Agustus 1951 pukul 19.00 WIB, gerombolan bersenjata Eteh berkekuatan puluhan orang dengan memakai ikat kepala bersimbol burung merpati dan palu arit menyerang asrama Mobile Brigade Polisi di Tanjung Priok untuk merebut senjata. Dua anggota polisi mengalami luka-luka parah dan seorang wanita penghuni asrama juga menderita luka-luka. Gerombolan Eteh berhasil merampas 1 bren, 7 karaben mauser dan 2 pistol.

Selanjutnya ada diorama Museum Pengkhianatan PKI tentang Peristiwa Tanjung Morawa, 16 Maret 1953.

Pada 1953, Pemerintah RI Karesidenan Sumatera Timur berencana membuat sawah percontohan di area bekas perkebunan tembakau di Desa Perdamaian, Tanjung Morawa, namun rencana ini ditentang oleh para penggarap yang telah menempati area itu.

Pada 16 Maret 1953 ketika petugas pemerintah, dengan dikawal polisi, mentraktor area tersebut, massa tani yang didalangi Barisan Tani Indonesia (ormas PKI) melakukan tindakan brutal.

museum pengkhianatan pki
Diorama penangkapan D.N. Aidit yang terjadi pada 22 November 1965 di Museum Pengkhianatan PKI.

Pada 1 Oktober 1965 tengah malam, Ketua CC PKI D.N.Aidit melarikan diri ke Jawa Tengah yang merupakan basis utama PKI. Tanggal 2 Oktober 1965 ia berada di Yogyakarta, dan berpindah-pindah tempat ke Semarang dan Solo untuk menghindari operasi pengejaran oleh RPKAD (Resimen Para Komando Angkatan Darat, sekarang Kopassus). Ia bersembunyi di sebuah rumah di kampung Sambeng Gede yang merupakan basis Serikat Buruh Kereta Api (SBKA), organisasi massa di bawah pengaruh PKI.

Tempat persembunyian D.N. Aidit ini akhirnya diketahui oleh ABRI melalui operasi intelijen. Pada 22 Nopember 1965 pukul 01.30 pagi rumah persembunyian D.N. Aidit digrebek oleh anggota Komando Pelaksanaan Kuasa Perang (Pekuper) Surakarta. Penangkapan hampir gagal ketika pemilik menyatakan D.N. Aidit telah meninggalkan rumahnya. Kecurigaan timbul setelah anggota Pekuper menemukan sandal yang masih baru, koper dan radio. Setelah penggeledahan dilanjutkan, dua orang Pekuper menemukan D.N. Aidit yang bersembunyi di balik lemari, dan ia pun dibawa ke Markas Pekuper di Loji Gandrung, Surakarta.

museum pengkhianatan pki
Museum Pengkhianatan PKI yang menunjukkan proses lahirnya Surat Perintah 11 Maret 1966.

Pada 11 Maret 1966 Kabinet Dwikora bersidang di Istana Negara, ditengah memuncaknya demonstrasi mahasiswa yang menuntut pembubaran PKI, pembersihan kabinet dari oknum-oknum G.30.S/PKI dan penurunan harga. Presiden Soekarno yang mendapat laporan bahwa istana dikepung oleh pasukan tidak dikenal, segera meninggalkan sidang dan berangkat ke Istana Bogor.

Tiga orang perwira tinggi TNI Angkatan Darat, yaitu Mayjen Basuki Rachmat, Brigjen M. Yusuf dan Brigjen Amir Machmud menyusul ke Bogor setelah melapor kepada Men/Pangad Letjen Soeharto. Mereka meyakinkan Presiden bahwa tidak benar ada pasukan tanpa identitas mengepung Istana dan menyampaikan pesan Letjen Soeharto yang sanggup mengatasi keadaan apabila Presiden memberinya kepercayaan untuk tugas itu. Dari laporan itu lahir ide untuk memberikan Surat Perintah kepada Letjen Soeharto.

Presiden Soekarno memerintahkan ketiga perwira tinggi itu menyusun konsep surat perintah. Konsep itu kemudian dibaca oleh tiga orang Wakil Perdana Menteri yang juga berada di Istana Bogor. Surat perintah yang kemudian dikenal dengan Surat Perintah 11 Maret 1966 atau “Supersemar” berisi pemberian wewenang kepada Letjen Soeharto untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna terjaminnya keamanan dan ketenangan serta kestabilan jalannya pemerintahan dan jalannya revolusi. Malam itu juga SP 11 Maret disampaikan kepada Letjen Soeharto di Jakarta.

Sebuah diorama Museum Pengkhianatan PKI menunjukkan saat masyarakat Jakarta menyambut keputusan pembubaran PKI pada 12 Maret 1966.
Pada malam tanggal 11 Maret 1966 Menteri/Panglima Angkatan Darat (Men/Pangad) Soeharto menerima Surat Perintah yang dikenal sebagai Surat Perintah 11 Maret dari Presiden Soekarno, yang berisi wewenang untuk mengambil segala tindakan yang dianggap perlu guna menjamin keamanan dan ketertiban.

Pada tanggal 12 Maret 1966 Letjen Soeharto atas nama Presiden Panglima Tertinggi ABRI/Mandataris MPRS/Pimpinan Besar Revolusi mengeluarkan keputusan tentang Pembubaran PKI dan organisasi-organisasi massanya yang seazas, bernaung dan berlindung di bawah PKI, dan PKI dinyatakan sebagai organisasi yang terlarang di seluruh wilayah kekuasaan Republik Indonesia.

Keputusan itu diumumkan melalui RRI pada pukul 06.00 tanggal 12 Maret 1965. Massa rakyat Jakarta mengadakan pawai kemenangan di jalan-jalan dan membawa poster-poster sebagai ungkapan rasa gembira dan terima kasih.

museum pengkhianatan pkiMuseum Pengkhianatan PKI dilihat dari balkon setelah keluar dari ruangan museum.

Museum Pengkhianatan PKI diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 1 Oktober 1992. Setelah keluar dari gedung Museum Pengkhianatan PKI terdapat Museum Monumen Pancasila Sakti, yang diresmikan pada 1 Oktober 1981.

Di Museum Monumen Pancasila Sakti ini terdapat diorama rapat persiapan pemberontakan PKI, latihan sukarelawan PKI di Lubang Buaya (5 Juli – 30 September 1965), penculikan Men/pangad Letjen TNI A Yani, penganiayaan di Lubang Buaya (1 Oktober), pengamanan lanuma Halim Perdana Kusuma (2 Oktober), Pengangkatan Jenazah (4 Oktober), Proses Lahirnya Supersemar (11 Maret 1966), dan beberapa diorama lainnya.

Memorabilia Kapten Pierre Andreas Tendean disimpan di sebuah Ruang Relik Museum Monumen Pancasila Sakti. Kapten Pierre Andreas Tendean menjadi salah satu korban pembunuhan G30S-PKI di Lubang Buaya dan dianugerahi gelar Pahlawan Revolusi.

museum pengkhianatan pki
Beberapa pengunjung remaja tampak tengah mengamati pakaian Kol. Katamso dan Mayjen Suprapto saat dibunuh di Lubang Buaya, serta foto kenangan dan perlengkapan yang dimiliki almarhum.

Di Museum Monumen Pancasila Sakti terdapat ruangan teater yang menyajikan pertunjukan VCD berisi rekaman pengangkatan jenazah Pahlawan Revolusi, pemakaman di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Sidang Mahmilub, dan pengangkatan Jenderal Soeharto sebagai Pejabat Presiden RI pada 12 Maret 1967, dengan durasi 30 menit.

Sebuah Panser bertipe PCMK-2 Saraceen buatan Inggris yang terletak tidak jauh dari Gedung Museum Pengkhianatan PKI. Panser ini dipakai untuk mengangkut jenazah para korban G30S-PKI dari Lubang Buaya ke RSPAD Gatot Subroto Jakarta guna pemeriksaan visum et repertum. Panser itu juga pernah dipakai untuk mendukung operasi militer di Timor Timur pada 1976, sebelum akhirnya ditarik pada Juli 1985 dan dijadikan monumen.

Museum Pengkhianatan PKI

Jl. Raya Pondok Gede, Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur (lihat Peta Wisata Jakarta)
Telp: 021-8400423, Fax 021-8411381
GPS: -6.291086,106.907331

Lihat juga:
Teks Diorama Museum Pengkhianatan PKI

Tiket Rp.2.500, bus Rp.5.000, sedan Rp.3.000, motor Rp.1.000
Rombongan lebih dari 50 orang: pelajar Rp. 1.500, umum Rp. 2.000

Pemandu wisata: Rp. 50.000.
Tersedia pemandu wisata dalam bahasa Inggris.

Museum Pengkhianatan PKI dibuka setiap hari pukul 08.00-16.00 WIB, Senin libur. Setiap tanggal 5 Oktober dan 10 November, pengunjung tidak dikenakan biaya masuk.
Hari libur nasional buka.

Akses ke Museum Pengkhianatan PKI
Mikrolet M28 Kampung Melayu – Pondok Gede | K 06 Kampung Rambutan – Pondok Gede – Ujung Aspal Kranggan | KWK Chandra 04 Cililitan – Pondok Gede | KWK 461 UKI – Pondok Gede – Pasar Rebo | KWK T 05 Cililitan – Setu | KWK T 05A Kampung Rambutan – Lubang Buaya | Metromini T45 Pulo Gadung – Pondok Gede – TMII

Dari tepi jalan raya jalan kaki 500m, atau naik ojek.

Terkait Museum Pengkhianatan PKI
Tempat Wisata di Jakarta | Peta Wisata Jakarta | Hotel di Jakarta Timur.





Baca juga:
» Taman Purbakala Waruga Sawangan Minahasa
» Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Trowulan



91 Jejak untuk “Museum Pengkhianatan PKI Lubang Buaya”

  1. ian says:

    keren bgt

  2. Twan says:

    Mas, kalau untuk k lubang buaya,
    bisa ditempuh dgn naik bus way tidak ?

  3. dee larasati says:

    akang, kemaren baca hasil visum terhadap para korban peristiwa sep.30 ’65 dari wikileaks… jadi bingung, ada hal2 yg gak sama dengan cerita yg pernah aku baca… gak berani liat, ada aura kekejaman (oleh siapa juga gak ngerti)… thanks

  4. swarra is wiida says:

    terima kasih ya….
    aq jadi bisa ngerjain laporanku nihhh
    makasih bangettt

  5. marbiah says:

    nyari Diorama pemberontakan PKi di Cirebon sm di Dungus,
    malah ga ada -_-

    • aroengbinang says:

      …memang ada banyak sekali diorama di museum ini, sehingga tidak semuanya bisa ditampilkan, mohon maaf….

  6. ezra says:

    izin copy fotonya untuk posting pengalaman saya ke museum tersebut untuk diposting di blog saya

  7. farrasezra says:

    PKI memang jahlun alias bahlul,matanya gak bisa bedain mana yang bukan manusia sama yang manusia,badan ketujuh perwira pun diperlakukan seperti bukan manusia.
    (NB:Sumur,rumah penyiksaan,sama bagian terpenting:monumennya kok gak ada fotonya ya,apa mungkin batre kameranya abis?)

  8. farrasezra says:

    Om Bambang,tambah lagi info museumnya,ada lagi nih museum yang berkaitan dgn G30S PKI di Jakarta:
    Museum Ahmad Yani:Jl.Lembang D 58 Menteng,Jakarta Pusat
    Museum Jenderal Besar AH.Nasution:Jl.Teuku Umar no.40,Menteng,Jakarta Pusat

  9. farrasezra says:

    dua museum tersebut buka paling lambat jam 08.00 dan tutup paling cepet jam 14.00.Sebaiknya klo mau berkunjung jam 11.00 ato gak jam 12.00 aja,jam pertengahan,jadi bisa lbh lama liat-liat

  10. SIDD says:

    kalo hari libur nasional kayak besok itu buka ga ya museum ini?

    • aroengbinang says:

      …menurut informasi liburnya hanya hari Senin; tidak jelas kalau hari libur nasional jatuh pada hari Senin apakah masih buka juga… :)

  11. adhly says:

    mau tanya,,kalo dari pinang ranti naek apa lagi ya ? kalau naek angkot,,angkot nomor berpa ya ? makasih

  12. anjul says:

    mas saya mau liat pilem y ada ga?bisa ga?

  13. steffy says:

    mas mau tanya untuk tiket masuknya brp y?

  14. romy says:

    kita hargai pahlawan kita..yg tlah memperjuangakan bangsa kita…

  15. Ferry says:

    Hari pancasila sepi” aja neh :)

  16. remartha says:

    kangen banget mmpir k lubang buaya,,
    kpn2 klo paskibraka bali lancong,mo maen k sna lg,,
    ngeri,kagum,plus takut :)

  17. icha says:

    kpngen liat yang asli…bkn cm patung2nya…

  18. aderini says:

    saya mau tanya mas dari kampung rambutan naek angkot nomer berapa?terus turun nya tepat di depan museum atau engga?

  19. faisal says:

    terimakih atas infonya,

  20. hafizh says:

    semoga kejadian ini tdk terjadi lagi :D

  21. andreas says:

    mas, mau izin ngopi buat tugak kuliah ya..
    thx

  22. Budi says:

    kenapa yah museumnya d buat seperti menyeramkan????

  23. susilo says:

    Nomor yang bisa dihubungi kalau mau ke museum berapa ya? Saya dari luar kota

  24. Rizki Setiono says:

    Mmm,,
    Saya mau bertanya, tempat lubang buaya ini dulu nya di jadikan sebagai apa? apakah pembuangan tempat-tempat orang atau pahlawan kita ?

    • aroengbinang says:

      Sebelum peristiwa G30S, tempat itu merupakan kebun kosong yang digunakan sebagai tempat pelatihan militer kader-kader PKI.

  25. ari says:

    maaf nih mw nanya, kalau dari pulo gadung naik apa ya ?

  26. Ajie says:

    Kalo mau wisata ke lubang buaya harus booking dulu apa langsung aja ke lokasi ?

  27. firdha says:

    klo hari libur masuk ny bayar brapa y. trus ad wahana ap ajj..

    • aroengbinang says:

      lihat info-nya di halaman terakhir untuk tiket dan hari buka; di sana ada monumen pancasila sakti, dua museum yang bersebelahan dan ruang audiovisual.

  28. gila ye jaman dulu perjuangan para pahlawan bangsa ga maen2, merinding gue tiap kali ke museum buat ngeliat sejarah2 masa perjuangan mereka..

    • aroengbinang says:

      dari jaman ke jaman yang berjuang dan berkorban banyak, yang tidak juga banyak; begitulah hidup… :)

  29. Andri says:

    bsk tgl 19 mei buka ga museumnya?

  30. puni says:

    bukanya jam berapa ya?

  31. mellany says:

    wih cerem bgt………………….
    i <3 indonesia

  32. the pinkie boy says:

    SKTR THN 82/83 WKT SY SD SY PNH KE SANA DAN BR TH KL THN 81 BR DIRESMIKAN. DAN SKRG KAN ADA YG BR DIRESMIKAN THN 92 JD PINGIN MELIHAT LG TRTM YG BR. RENCANA LUSA PAS HUT TNI MAU KESANA,BUKA JAM? APA ADA UPACARA DULU? THX U! Oia kesana hrs pk sepatu atau sandal juga boleh?

  33. Adam says:

    Mantap ni pa..

  34. afifah says:

    ini nyata ya ?

    ih jadi takut deh ke lubang buaya senin depan ? >,< STAKK

  35. Aso says:

    sejarah lahirnya orde baru..

  36. wi3nd says:

    sering lewat tiap kuliah ,tapi belum singgah juga ..

    mau kesana,setelah bermain di blog [ apa manggilnya bapak/om abang? hehe] jadi pengen menjelajah musium,,,,

    ** tunggu hari libur,siap2 berwisata sejarah :)

    trimakasi

  37. Ayahrara says:

    Mereka semua merasa tertipu kok…. Mereka hanya menurut perintah atasan tapi bukan yg tertinggi…

  38. Fahmi says:

    sepertinya kalau ke jakarta itu harus ke museum – museum ya daripada cuma ke mall -,- *merasa gagal setelah beberapa kali ke jakarta

  39. aneu says:

    ikh kejam banget itu jadi nangisdeh, sdih bukan mantab :(

  40. radhen uchu says:

    om bambang mksih atas pngetahuan sejarah tentng PKI nya sya jdi tahu bgaimna sjarah tentang PKI. tpi om entuh sejarah udh smua nya apa bru sbgian nya aja.???

  41. ayu says:

    om kmrin aku abis studytour dri sna,,
    situs pninggaln sjrah yg amat mnrik untuk d knjungi,,
    mnmbah wa2san :)

  42. sebenar nya yg harus dikembangkan dan dibanggak kan ya sejerah2 jendral2 kita bukan nya mall dan indomaret apalagi jokowi itu lah indonesia dah merdeka lupa sama pahlawan2 kita ,,,yg di urus korupsi terus … heeeemm

  43. sdn harapan says:

    siang pak.kalau buat tanggal 16 januari 2014 dibuka gak?

Tinggalkan Jejakmu