Masjid Kemayoran Surabaya

Masjid Kemayoran Surabaya berada dalam jarak sekitar 300 m dari Kantor Pos Besar Surabaya. Saya sempat ragu untuk singgah lantaran tidak terlihat ada papan nama jelas di bagian depan salah satu masjid tertua di Kota Surabaya yang dibangun pada 1772 – 1776 ini. Masjid Kemayoran Surabaya dibangun sebagai pengganti masjid lama di lokasi Tugu Pahlawan sekarang yang dirobohkan Belanda untuk dibangun gedung pengadilan.

Warga masyarakat dan kyai yang tewas karena melawan pembongkaran itu dimakamkan di Makam Tembaan. Untuk meredam kemarahan rakyat yang meluas itulah Belanda akhirnya membangun Masjid Kemayoran ini.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya dengan gapura berbentuk lengkung lancip dan kaligrafi aksara Arab Allah di sebelah kanan dan Muhammad di sebelah kiri. Jika saja ada nama Masjid Kemayoran Surabaya di gapura ini tentu akan mempermudah para pejalan.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya pada halamannya yang bisa menampung beberapa buah kendaraan roda empat dan roda dua, dan dua kubah hijaunya yang rendah tampak pada foto di atas.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya dengan dua buah pola lengkung yang sama dengan pada gapura depan, menghubungkan serambi dengan ruang masjid bagian dalam. Dua buah bedug berukuran sedang dan besar tampak diletakkan merapat ke lubang dinding.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya dengan tengara pada tembok yang berada di dekat bedug di atas, ditulis dalam huruf latin dan Jawa.

Tengara dalam bahasa Jawa itu berbunyi: “Prasasti ing Masjid Kemayoran Surabaya. Puniko sih peparinganipun Gubernemen Landa dhumateng sarupining bongso Islam, kala pinaringken wau duk nalika Panjenenganipun Kanjeng Tuwan ingkang wicaksana Jon Wakob Regungsin Gurnadur (?) Jendral ing tanah Nederlan Hindia, Mister Daniel Frank Swawilam Pitermat Residen ing Surapringga lan Radyan Tumenggung Krama Jaya Dirana Bupati ing Negari Surapringga. Kala kayasa pinuju warsa: 1772 – 1776 M. Kang sampun ayasa Van Wilem Bartulumeus War De Nar. Surabaya 17 Agustus 1989, ttd, Ta’mir Masjid Kemayoran Surabaya”.

Tulisannya agak sulit dibaca karena pemilihan tipe hurufnya, sehingga mungkin ada kekeliruan pada transkrip di atas.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya dengan kaligrafi tulisan Arab berbunyi “Muhammad”, dikelilingi ukiran sulur-suluran pada sebuah papan kayu yang dipasang di atas sebuah pintu masuk ke dalam ruangan utama.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya dengan sebuah gapura di dalam masjid, dihias sepasang ornamen berukir di bagian kiri-kanan atasnya.

masjid kemayoran surabayaMasjid Kemayoran Surabaya dengan empat pilar besar yang menyangga kubah di ruang utama masjid. Bagian mihrab dan mimbar masjid tampak di ujung ruangan.

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email