Makam Raja-Raja Tallo Makassar

Makam Raja-Raja Tallo adalah sebuah kompleks makam Raja-Raja Sulawesi Selatan yang sungguh mengesankan buat saya karena keunikan bentuk makam, dan lingkungannya yang luas, hijau, dan teduh. Adalah karena menyetujui anjuran seorang supir mobil sewaan yang akhirnya membawa saya sampai ke tempat dimana Makam Raja-Raja Tallo berada.

Meskipun kecerdasan dan kapasitas ingatan manusia mungkin tak ada batasnya, namun hampir tidak mungkin bahwa seseorang memiliki pengetahuan tentang semua hal. Di situlah fungsi kata-kata mengapa, dimana, bagaimana, apa, kapan, dsb atau mimik wajah, gerak tangan dan simbol tertentu yang memiliki fungsi sejenis.

Beberapa orang lebih suka menutup mulutnya untuk tidak bertanya dan menjelajahi sendiri, secara fisik, pikir, rasa, maupun jiwa, ke tempat-tempat yang baru. Mungkin saja dengan cara itu mereka membutuhkan waktu lebih lama dan usaha lebih banyak untuk sampai ke suatu tempat, namun di sana mungkin ada kepuasan batin dan pengalaman yang tak terlupakan sesudahnya, dan mereka mungkin menemukan jalur dan hal baru di sepanjang perjalanan. Ini adalah pilihan, pada suatu ketika, dan adalah sebuah misi pada ketika yang lain.

Makam Raja-Raja Tallo
Tengara Makam Raja-Raja Tallo yang dibawahnya ditulis beberapa nama-nama raja atau keluarga raja yang makamnya masih bisa dikenali, yaitu:

  • Sultan Mudafar (Imanginyarrang Dg Makkiyo, Raja Tallo VII, 1598 – 1641),
  • Sawerannu (istri Raja Tallo VII),
  • Sultan Abd. Kadir (Mallawakkang Dg Matinri, Raja Tallo IX),
  • Sultan Syaifuddin (Imakkasumang Dg Mangurangi, Raja Tallo XII, 1770 – 1778),
  • Sultana Sitti Saleha (Madulung, Raja Tallo XIII),
  • Sultan Muh Zainal Abidin (La Oddang Riu Dg Mengeppe, Raja Tallo XV, Raja Gowa XXX),
  • Yandulu (Krg Sinrijala),
  • Pakanna (Raja Sanrobone XI),
  • Sultana Sitti Aisyah (Mangati Dg Kenna),
  • I Malawakkang Dg Sisila (Abd Kadir),
  • Abdullah Bin Abd Gaffar (Duta Bima di Tallo),
  • Linta Dg Tasangnging (Krg Bonto Sunggua Tumabicara Butta Gowa),
  • Abdullah Daeng Riboko,
  • Arif Krg Labbakang,
  • Imanuntungi Dg Mattola,
  • Karaeng Parang-Parang (Krg Bainea Ri Tallo),
  • Saribulang (Krg Campagana Tallo),
  • Mang Towayya,
  • Sinta (Karaeng Samanggi),
  • Karaenta Yabang Dg Talomo (Krg Campagaya Krg Bainea Ri Tallo),
  • Karaeng Mangarabombang (Krg Bainea Ritallo).

Makam Raja-Raja Tallo
Pemandangan di dalam kompleks Makam Raja-Raja Tallo yang hijau, di bawah naungan pohon-pohon tua berukuran besar yang rindang daunnya mampu meneduhkan pengunjung dari ganasnya matahari Kota Makassar yang terik. Sebuah dangau kecil di bawah pohon merupakan tempat yang nyaman untuk perhentian barang sejenak, sebelum mengelilingi Makam Raja-Raja Tallo.

Makam Raja-Raja Tallo
Bagian sebelah kanan Makam Raja-Raja Tallo, dengan beberapa makam yang bentuknya belum terlihat terlalu istimewa berjejer di samping jalanan kompleks yang disemen rapi. Di latar belakang tampak rumah panggung yang tampaknya juga bisa digunakan sebagai tempat beristirahat, meskipun letaknya berada agak jauh di ujung kompleks Makam Raja-Raja Tallo ini.

Makam Raja-Raja Tallo
Sebuah bangunan makam yang bentuknya unik dan baru pertama kali saya lihat saat di Makam Raja-Raja Tallo ini. Makam ini terbuat dari susunan batu yang dasarnya berbentuk segi empat, dan diatasnya terdapat lagi susunan batu menyudut berbentuk seperti peti mati bertingkat dua.

Sebagian besar makam di kompleks Makam Raja-Raja Tallo terbuat dari batu, dan sebagian kecil lainnya terbuat dari susunan batu bata merah yang tampaknya ada pengaruh budaya Hindu Majapahit.

Makam Raja-Raja Tallo
Ornamen sebuah makam di kompleks Makam Raja-Raja Tallo yang benar-benar sangat memikat, yang menunjukkan keagungan sang pemilik makam, dan ketinggian seni dan citarasa pembuatnya.

Makam Raja-Raja Tallo
Susunan batu yang sangat rapi dengan bentuk dan ukuran makam yang sangat bercitarasa. Bandingkan dengan kadar citarasa pada gedung yang berada di latar belakang, yang malah merusak keindahan Makam Raja-Raja Tallo ini.

Makam Raja-Raja Tallo
Makam dengan bentuk kubah bersegi empat di sebelah kanan, merupakan salah satu dari sedikitnya tiga makam berkubah di Makam Raja-Raja Tallo yang sepi pengunjung, namun bersih dan sangat terawat ini. Bentuk makam kubah seperti ini kabarnya juga ditemukan juga di daerah Timor dan Tidore .

Di sebelah kiri adalah makam yang tidak utuh karena terbuat dari batu bata merah, mirip kebudayaan peninggalan Kerajaan Majapahit yang banyak ditemukan di daerah Trowulan.

Makam Raja-Raja Tallo
Makam di sebelah kiri tampaknya merupakan makam yang paling tinggi di dalam kompleks Makam Raja-Raja Tallo, yang merupakan makam Sultan Abd. Kadir (Mallawakkang Dg Matinri, Raja Tallo IX. Diantara sekitar 78 kuburan di Makam Raja-Raja Tallo ini, hanya 20 yang bisa dikenali.

Suasana yang tenang, asri, bersih dan terawat, dengan bentuk bangunan makam yang sangat unik dan mengesankan, membuat Makam Raja-Raja Tallo ini sangat layak untuk menjadi tempat wisata sejarah dan budaya Sulawesi Selatan.

Makam Raja-Raja Tallo
Seorang petugas kebersihan kompleks Makam Raja-Raja Tallo tampak tengah melaksanan tugasnya. Mereka lah yang membuat kompleks Makam Raja-Raja Tallo menjadi tempat yang asri, sejuk, bersih dan nyaman.

Makam Raja-Raja Tallo
Makam yang sudah dibersihkan oleh petugas terlihat sangat rapi dan terawat, suatu penghormatan bagi mereka yang dimakamkan di Makam Raja-Raja Tallo ini. Kompleks Makam Raja-Raja Tallo ini dibangun sekitar abad ke-17, dan dipergunakan sebagai makam para penguasa Tallo sampai abad ke-19.

Tunatengkalopi, Raja Gowa VI (1445-1460), membagi Gowa menjadi dua kerajaan, yaitu Tallo dan Gowa, yang kemudian membentuk persekutuan dan menjadi kekuatan dominan di kawasan ini, sampai pasukan kolonial Belanda dibawah komando Speelman mengakhiri dominasi Gowa, dengan dibantu La Tenri Tatta Arung Palakka dari Bone.

Berjalan di sekitar kompleks Makam Raja-Raja Tallo yang teduh dan tenang, mengagumi bentuk dan ornamen makam, memberi kedamaian pikir dan rasa, sementara sang jiwa bertualang ke alam keabadian dibalik tabir kekinian. Kompleks Makam Raja-Raja Tallo yang dirawat dengan sangat baik ini, hanya membutuhkan sedikit perbaikan, misalnya gubug di bawah pohon yang besar itu sudah harus diperbaiki agar tidak roboh dimakan waktu

Makam Raja-Raja Tallo

Desa Tallo, sekitar 7 km sebelah utara Kota Makassar
GPS: -5.1029691, 119.4450786

Terkait Makam Raja-Raja Tallo
Tempat Wisata di Makassar, Hotel Makassar, Peta Wisata Makassar

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email


About Aroengbinang

Tinggal di Jakarta, pejalan musiman yang senang pergi ke situs-situs dan tempat bersejarah. Menyukai daratan dan pegunungan ketimbang laut.

6 thoughts on “Makam Raja-Raja Tallo Makassar

  1. Benar-benar unik dan istimewa, perlu perhatian dan dilestarikan agar tidak rusak krn ini juga aset yg berharga sekali.

    • Benar sekali mas, Makam Raja-Raja Tallo merupakan aset budaya yang sangat berharga, yang selain perlu perhatian dan dilestarikan, juga perlu dipromosikan oleh Pemda dan kita semua. Salam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>