Kelenteng Boen San Bio Tangerang

Kelenteng Boen San Bio adalah sebuah kelenteng unik megah berusia tua di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Karawaci, Tangerang yang dipergunakan sebagai tempat beribadah bagi penganut Kong Hu Cu, Tao dan Buddha.Kelenteng Boen San Bio, yang juga dikenal dengan nama Vihara Nimmala, lokasinya berada di Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Karawaci, Tangerang (lihat Peta).

Halaman samping Kelenteng Boen San Bio cukup luas, dan mampu menampung beberapa puluh kendaraan. Dalam beberapa tahun terakhir ini, kabarnya Kelenteng Boen San Bio telah memecahkan 11 rekor MURI, diantaranya dengan menegakkan 1.150 telur dalam waktu hanya beberapa menit yang dilakukan oleh 108 orang.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio dengan atap kelenteng dijaga oleh sepasang burung Fenghuang, atau burung Hong (burung api, Phoenix) yang indah, dengan sebutir mutiara jagad diantara keduanya.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio dengan Burung Fenghuang (Phoenix), seekor burung mitos yang tidak pernah mati, karena jika telah berusia tua ia akan membakar dirinya sendiri dan dari abunya akan terlahir kembali burung Phoenix yang muda.

Fenghuang konon tercipta dari paruh ayam jantan, muka burung walet, kening burung, leher ular, dada angsa, punggung kura-kura, bagian kaki belakang dan pinggang rusa jantan, dan ekor ikan. Tubuhnya melambangkan enam benda langit, yaitu kepala adalah langit, mata adalah matahari, punggung adalah bulan, sayap adalah angin, kaki adalah bumi, dan ekor melambangkan planet-planet. Sayapnya memiliki lima warna dasar: hitam, putih, merah, biru dan kuning.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio pada sebuah patung Singa dengan dua ekor anaknya yang ditugaskan untuk menjaga halaman depan Kelenteng.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio dengan sebuah Hiolo (tempat meletakkan batang hio yang telah dibakar) yang terbuat dari bahan sejenis batu marmar. Lazimnya, kebanyakan kelenteng memiliki berbagai jenis hiolo dengan berbagai ornamen yang terbuat dari besi atau kuningan.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio pada arca Co Su Kong dengan topi 5 warna Buddha dan mengenakan jubah (Jia Sha) di salah satu altar di Kelenteng Boen San Bio.

Co Su Kong, panggilan akrab bagi Ching Cui Co Su, adalah Dewa Pelindung para imigran yang berasal dari Coan Ciu. Ia lahir di pegunungan Feng Chai Shan, Kabupaten Qing Xi, Propinsi Fujian pada tanggal 6 bulan 11 Imlek, tahun 1044 M, pada masa pemerintahan Kaisar Ren Zhong tahun keempat, dari DInasti Song (960 – 1279).

Klenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio pada arca Hok Tek Tjeng Sin, Dewa Bumi yang banyak dipuja para pedagang dan petani.

Klenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio dengan bedug dan tambur yang biasa ditabuh saat berlangsung upacara dan arak-arakan.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio pada arca Buddha Sakyamuni yang juga disebut Jie Lay Hud.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio pada patung Dewi Kwan Im setinggi sekitar 3 meter yang letaknya berada di bagian belakang Kelenteng, di depan ruang Dhammasala yang merupakan tempat utama umat Buddha untuk melakukan ibadah.

Kelenteng Boen San BioKelenteng Boen San Bio pada pendopo Pecun di bagian belakang Kelenteng. Pecun merupakan sebuah upacara tradisional Cina yang melambangkan penghormatan bagi jasad seorang tokoh berpengaruh yang tenggelam dan tewas di sebuah sungai di Cina. Pecun adalah sebuah upaya pencarian yang dilakukan dengan memakai perahu dayung. Perayaan Pecun digelar pertama kali di Tangerang pada tahun 1910.

Kelenteng Boen San Bio pertama kali dibangun pada tahun 1689 oleh seorang pedagang yang berasal dari Cina bernama Lim Tau Koen, dan ia menempatkan patung Kim Sing Kong-co Hok Tek Tjeng Sin yang dibawanya dari Banten. Kelenteng Boen San Bio mengalami beberapa kali renovasi sesudah itu, terutama setelah terjadi kebakaran pada tahun 1998. Bangunan Kelenteng Boen San Bio ini berbentuk empat persegi panjang, yang berdiri di atas tanah seluas 1.650 m2.

Kelenteng Boen San Bio

Jl. Pasar Baru, Kelurahan Kranjaya, Karawaci, Tangerang (lihat Peta)

Wisata Terdekat Kelenteng Boen San Bio

Kelenteng Sampo Tay Jin (1 km) | Bendungan Pintu Sepuluh (1,1 km) | Masjid Raya Al-A’Zhom (1,8 km) | Kelenteng Boen Tek Bio (3,9 km)

Terkait Kelenteng Boen San Bio
Hotel di Tangerang | Peta Wisata Tangerang | Tempat Wisata di Tangerang. Tulisan lainnya ada di sini.

Share on Facebook ~ Tweet ~ Print This! ~ Share via Email


About Aroengbinang

Tinggal di Jakarta, pejalan musiman yang senang pergi ke situs-situs dan tempat bersejarah. Menyukai daratan dan pegunungan ketimbang laut.

8 thoughts on “Kelenteng Boen San Bio Tangerang

  1. apakah terbuka untuk umum, saya ingin sekali mengunjungi vihara ini sekedar untuk hening, rahayu

    • …terbuka untuk umum mas raden, apalagi kalau mau hening, salam….

    • Coba buka maps.google.com lalu ketik -6.16788,106.62899 di samping kanan logo google, terus klik marker hijau, klik “Directions”, ketik summarecon pada isian A, klik nama “Summarecon Mall Serpong, Curug” yg muncul, lalu klik “Get Directions”. Perbesar peta untuk melihat dengan lebih jelas. Semoga membantu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>